Ngabuburead: Kolaborasi Lintas Komunitas untuk Hidupkan Budaya Baca di Sidoarjo

SIDOARJONadidesa.com Langit mendung dan angin kencang yang sempat menyelimuti Paseban Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo sore itu tak menyurutkan semangat para pegiat literasi. Begitu cuaca mereda tepat pukul 16.00 WIB, suasana berubah hangat. Puluhan pegiat dari berbagai komunitas berkumpul menggelar sarasehan literasi bertajuk “Ngabuburead”, sebuah cara unik mengisi waktu menunggu berbuka (ngabuburit) dengan membaca dan berbagi cerita.

Kegiatan kolaboratif ini digagas oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Sidoarjo bersama koalisi besar komunitas, mulai dari TBM Mutiara Rindang, Read Aloud Sidoarjo, Putra Putri Delta, hingga tim kreatif Diskominfo Sidoarjo.

Ketua PD Forum TBM Kabupaten Sidoarjo, Fitri Setyo Ariani, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa. Menurutnya, acara ini adalah upaya memperkuat simpul antar-komunitas literasi di Sidoarjo.

“Melalui kegiatan bersama seperti ini, kolaborasi antar komunitas literasi menjadi lebih mudah sehingga tujuan peningkatan literasi masyarakat dapat tercapai bersama,” ujar Fitri.

Pemilihan Alun-Alun sebagai lokasi pun bukan tanpa alasan. Fitri menilai ruang publik adalah sarana paling efektif untuk “menjemput bola” dan memperkenalkan budaya baca kepada masyarakat luas dalam suasana yang santai dan rekreatif.

Salah satu magnet utama dalam acara ini adalah sesi Read Aloud (membacakan nyaring) untuk anak-anak. Melia Putri, Ketua Read Aloud Sidoarjo, menekankan pentingnya memperkenalkan buku dengan cara yang menyenangkan sejak dini.

“Ngabuburit tidak hanya tentang mencari takjil, tetapi juga bisa menjadi momen memberi makan imajinasi melalui buku,” tuturnya dengan antusias.

Meski inspiratif, tantangan dunia literasi diakui masih besar. Kuswanto dari TBM Mutiara Rindang menyebutkan bahwa bagi sebagian orang, membaca masih dianggap sebagai kebutuhan sekunder. Konsistensi menjadi kunci agar gerakan ini tetap menarik minat warga.

Di sisi lain, keterlibatan anak muda menjadi angin segar. Nety Endrawatie, Pembina Putra Putri Delta Sidoarjo, melihat generasi muda sebagai agen perubahan yang mampu mengemas literasi lewat kreativitas media sosial.

Senada dengan itu, Doni dari Rumah Cahaya (Forum Lingkar Pena Sidoarjo) berharap ruang literasi di Sidoarjo terus bertumbuh dan relevan dengan tren masa kini. Pelatihan menulis, fotografi ponsel, hingga bedah film menjadi usulan agar literasi lebih “masuk” ke selera milenial dan Gen Z.

Melalui Ngabuburead, para pegiat berharap langkah kecil di sore yang mendung ini dapat berdampak besar bagi tumbuhnya budaya membaca di Kabupaten Sidoarjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *