Mengakar di Bumi Sekarmojo: Kisah Dedikasi Alumni Ponpes Ngalah di Balik Yayasan Al Karomah Pandan

PASURUAN, NadiDesa.com– Di sudut Dusun Pandan, Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari, sebuah cahaya pendidikan terus berpijar selama puluhan tahun. Yayasan Al Karomah Pandan, lembaga yang kini menjadi rujukan pendidikan agama di wilayah tersebut, memiliki akar sejarah yang kuat tentang pengabdian, cinta, dan ilmu.

Lembaga ini tidak berdiri begitu saja. Ia adalah buah dari visi besar Alm. Ust. Abdus Salam, S.Pd. bersama sang istri, Ibu Siti Mariyam, S.Pd. Keduanya merupakan pasangan pendidik yang menimba ilmu di bawah asuhan KH Sholeh Bahruddin di Pondok Pesantren Ngalah, Sengonagung.

Sebagai alumni Pesantren Ngalah, pasangan ini membawa prinsip pengabdian tanpa batas. Setelah menyelesaikan masa studi, mereka tidak memilih jalur karier di kota besar, melainkan pulang ke desa untuk membangun sumber daya manusia di tanah kelahiran.

Dengan bekal gelar sarjana pendidikan (S.Pd) dan sanad keilmuan pesantren yang kuat, mereka mendirikan unit-unit pendidikan yang kini berkembang pesat, mulai dari KB Umina, RA Al Karomah, hingga TPQ Al Karomah dan Madrasah Diniyah. Perpaduan antara manajemen pendidikan formal dan ruh pesantren inilah yang membuat Al Karomah memiliki karakter khas di mata masyarakat Purwosari.

Meski kini Ust. Abdus Salam telah tiada, api perjuangan beliau tidak pernah padam. Ibu Siti Mariyam bersama jajaran pengurus yayasan terus memastikan bahwa layanan pendidikan untuk anak-anak di Sekarmojo tetap berjalan maksimal.

“Perjuangan almarhum selalu menekankan pada keberpihakan kepada mereka yang lemah. Itulah mengapa program sosial seperti santunan yatim menjadi agenda wajib yang tidak pernah terputus selama puluhan tahun,” ujar Syafaatul Udzma salah satu pengurus yayasan.

Keberlanjutan yayasan ini juga didorong oleh manajemen yang rapi, yang memastikan aspek administratif dan legalitas yayasan tetap terjaga demi masa depan santri.

Kini, Yayasan Al Karomah Pandan bukan sekadar sekolah. Ia telah bertransformasi menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial desa. Mulai dari peringatan hari besar Islam hingga Santunan Anak Yatim, semuanya menjadi magnet yang mempererat silaturahmi warga.

Keberhasilan yayasan ini menjadi bukti nyata bahwa alumni pesantren memiliki peran strategis dalam pembangunan desa. Mereka membuktikan bahwa kemajuan sebuah desa dimulai dari bangku madrasah dan pendidikan karakter sejak dini.

Kini, di bawah kepemimpinan pengurus yang baru dan dukungan penuh dari keluarga besar, Yayasan Al Karomah Pandan terus berupaya menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan warisan nilai yang telah diletakkan oleh para pendirinya.

“Pesan almarhum untuk selalu menjaga santri dan memperhatikan anak yatim menjadi napas utama pergerakan kami di sini,” ungkap salah satu tokoh pengurus yayasan.

Terletak di Jl. Masjid Pandan No. 09, Desa Sekarmojo, yayasan ini tetap berdiri tegak sebagai simbol keberhasilan santri yang pulang ke desa untuk membangun peradaban melalui jalur pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *