PURWODADI, Nadidesa.com – Suasana sejuk dan asri di Omah Padma, Semambung Capang, Purwodadi menjadi saksi bisu semangat para penggerak literasi dalam kegiatan Safari TBM dan Ngangsu Kawruh, Minggu (8/3/2026). Meski dilaksanakan di tengah ibadah puasa, antusiasme peserta untuk menimba ilmu kepenulisan tidak surut sedikit pun.
Kegiatan yang dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan kapasitas diri ini dimulai tepat setelah waktu Dhuhur. Omah Padma yang dikenal dengan ketenangan lingkungannya memberikan atmosfer yang mendukung bagi para peserta untuk berkonsentrasi.
Acara dibuka oleh panitia dan dilanjutkan dengan sambutan hangat dari ketua forum. Memasuki sesi inti, para peserta diajak menyelami dunia kepenulisan bersama Bunda Wina sebagai narasumber.
Sebagai sosok yang sudah lama melintang di dunia literasi, Bunda Wina tidak hanya memberikan teori, tetapi juga membagikan pengalaman berharga selama ia menekuni profesi sebagai penulis. Wawasan luas yang dibagikan narasumber membuat suasana belajar menjadi hidup dan penuh inspirasi.
Menjelang Ashar, beberapa peserta terpaksa pamit lebih awal karena agenda keluarga dan kegiatan buka bersama anak-anak mereka. Namun, hal tersebut tidak mengurangi kualitas materi. Empat peserta yang tersisa justru mendapatkan sesi yang lebih privat dan mendalam.
“Syukur Alhamdulillah Seru banget bisa ikutan kegiatan safari TBM di rumah baca padma kemarin fasilitas yang nyaman santai udara segar berkumpul dengan komunitas yang luar biasa , yang suportif bikin semangat literasi makin membara banyak pengalaman ilmu yang saya dapat dari bunda wina saya senang bisa jadi bagian dari aksi nyata gerakan literasi kita, kemarin terimakasih dan mohon maaf tidak mengikuti sampai akhir karna terbentur dengan jadwal Acara keluarga”, Ungkap Dwi Yuneti
Bunda Wina menunjukkan dedikasi yang luar biasa dengan tetap antusias membimbing para peserta yang bertahan hingga akhir. Sesi praktik pun menjadi bagian yang paling menantang sekaligus menyenangkan.
“Dalam pelatihan ini, banyak sekali pengetahuan dan pengalaman baru yang kami dapatkan. Sangat terasa bahwa narasumber memiliki jam terbang yang tinggi,” ujar Abdul Muid salah satu peserta
Menjelang waktu berbuka, semangat peserta justru semakin memuncak. Sebagai penutup materi, mereka diberi tantangan untuk menuliskan refleksi sebanyak 200 kata mengenai apa yang dirasakan selama mengikuti kegiatan di Omah Padma tersebut.
Kegiatan sore itu pun diakhiri dengan manis saat waktu Magrib tiba. Para pengelola Omah Padma telah menyiapkan hidangan berbuka puasa dengan penuh kehangatan, menciptakan momen kekeluargaan yang erat di antara para pejuang literasi.
Sementara itu Ketua Forum TBM Kabupaten Pasuruan Andita A. Aryoko berharap, kegiatan Ngangsu Kawruh ini menjadi pemantik lahirnya penulis-penulis baru dari desa yang mampu menyuarakan perubahan melalui tulisan.
Alhamdulillah terimakasih beritanya pak.. saya bersyukur sekali bisa mengikuti pelatihan ini juga.