PASURUAN, nadidesa.com – Mengisi momentum bulan suci Ramadan dengan kegiatan bermanfaat, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan diskusi daring bertajuk “Jejak Literasi RELIMA 2025”. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode Kuliah WhatsApp (KulWhap) pada pertengahan Maret 2026.
Acara yang menjadi bagian dari program KulWhap Spesial Ramadan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Kak Khanifah, yang merupakan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kota Pasuruan 2025. Diskusi ini bertujuan untuk memotret perjalanan serta strategi gerakan literasi di akar rumput.
Dalam paparannya, Kak Khanifah menekankan bahwa menjadi relawan literasi bukan sekadar mengajak orang membaca, melainkan mencakup peran yang lebih luas. Berdasarkan poster kegiatan, terdapat tiga fokus utama yang dibahas: Pendampingan dan Pengembangan Perpustakaan, Memastikan akses bacaan berkualitas tersedia bagi masyarakat desa dan kota, Advokasi dan Jejaring, Membangun kolaborasi antar stakeholder untuk keberlanjutan gerakan literasi. Penggerak Literasi Masyarakat, Menjadi motor penggerak untuk menciptakan budaya kritis dan kreatif di tengah warga. Selain itu kak khanifah juga menceritakan kisahnya terpilih menjadi Relima dan kegiatan apa saja yang harus dilakukan Ketika terpilih menjadi relima.
Meskipun dilaksanakan secara daring melalui grup WhatsApp “WAG” (Forum TBM Pasuruan), antusiasme pegiat literasi di wilayah Pasuruan tetap tinggi. Peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan di lapangan serta tips menjaga konsistensi sebagai relawan literasi.
“Bismillah, semoga dimudahkan,” tulis salah satu peserta, Khudriyah Laily, dalam kolom komentar unggahan resmi Forum TBM, mencerminkan semangat para pejuang literasi untuk terus bergerak di bulan yang penuh berkah ini. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader RELIMA baru yang lebih tangguh dan inovatif dalam memajukan literasi, khususnya di wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan, guna meningkatkan indeks literasi masyarakat hingga ke tingkat desa.