Menuju Desa Literat, 26 RELIMA Jatim 2026 Siap Bergerak di 22 Kabupaten/Kota

Nadidesa.com-Jawa Timur, – Gerakan penguatan budaya baca dan literasi masyarakat di wilayah Jawa Timur resmi memasuki babak baru. Sebanyak 26 Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Jawa Timur Tahun 2026 kini resmi dikukuhkan. Mereka siap menjadi ujung tombak dalam menghidupkan ruang baca dan memperkuat ekosistem literasi hingga ke pelosok desa.

Para relawan ini merupakan bagian dari gerakan literasi nasional yang diluncurkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Bertemakan “Peluncuran Relawan Literasi Masyarakat (Relima) 2026: Kolaborasi untuk Gerakan Literasi Berdampak”, agenda ini diresmikan secara hibrida pada Senin, 18 Mei 2026.

Secara nasional, program ini menggerakkan 360 relawan yang tersebar di 322 wilayah kerja pada 251 kabupaten dan 71 kota. Untuk wilayah Jawa Timur sendiri, sebanyak 26 relawan terpilih akan mengabdi di 22 kabupaten/kota yang menjadi locus pendampingan.

Kepala Perpusnas RI, E. Aminudin Aziz, menegaskan bahwa keberadaan buku di perpustakaan tidak akan memberikan dampak kebaikan jika tidak dihidupkan lewat aktivitas nyata di tengah masyarakat.

“Buku tidak memberikan manfaat apa pun sampai dibaca dan menginspirasi pembacanya. Di sinilah Relima hadir sebagai aktivator dan katalisator gerakan literasi,” ungkap E. Aminudin Aziz.

Bagi masyarakat desa, kehadiran RELIMA menjadi langkah strategis untuk mendorong Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Melalui program ini, perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) diharapkan tidak lagi sekadar menjadi tempat meminjam buku, melainkan berkembang menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas hidup warga desa.

Para relawan yang terpilih akan menjadi ujung tombak penggerak literasi melalui berbagai peran, mulai dari advokasi, pendampingan perpustakaan desa, penguatan taman bacaan masyarakat (TBM), pengembangan inovasi layanan, hingga membangun kolaborasi dengan sekolah, komunitas, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui pendekatan kolaboratif ini, literasi tidak lagi dipandang sebatas kemampuan mengeja atau membaca, melainkan kemampuan berpikir kritis, menghasilkan karya, dan membawa perubahan ekonomi maupun sosial yang nyata bagi desa.

Berikut adalah daftar nama relawan yang siap mengabdi dan bergerak di berbagai daerah di Jawa Timur:

Wilayah Kabupaten:

  • Kabupaten Blitar: Cinta Wahyu Al Istiqomah Sugiarti
  • Kabupaten Bojonegoro: M. Imron Nasir Salasa
  • Kabunakan Gresik: Nency Septriyana & Putri Utami Dewi Ningtyas
  • Kabupaten Jember: Prita Hendriana Wijayanti
  • Kabupaten Kediri: Ahmad Ikhwan Susilo
  • Kabupaten Magetan: Andi Fajar Kurniawan
  • Kabupaten Malang: Siti Fatmawati
  • Kabupaten Mojokerto: Ainnur Rochmatin Fitriana
  • Kabupaten Nganjuk: Diah Shanti Utaminingtiyas & Yunita Nurmalasari
  • Kabupaten Ngawi: Muhammad Yudistira Sunarto & Nurul Hidayati
  • Kabupaten Pamekasan: Zahid
  • Kabupaten Pasuruan: Muslim
  • Kabupaten Probolinggo: Muhammad Amir Hamzah
  • Kabupaten Sampang: Febri Hidayati & Moch Alfin Hadi

Wilayah Kota:

  • Kota Batu: Ahmad Husaini
  • Kota Blitar: Anisa Yunita Sari
  • Kota Kediri: Esti Nur Alfianingrum
  • Kota Madiun: Elisa Novie Azizah
  • Kota Malang: Ari Setiawan
  • Kota Pasuruan: Ummu Khanifah Qomariyah
  • Kota Probolinggo: Rizka Amalia
  • Kota Surabaya: Munasyarotul Fadlilati

Dengan mengusung semangat “Bergerak Bersama Menebar Literasi untuk Indonesia Maju”, kehadiran RELIMA 2026 diharapkan mampu melahirkan masyarakat desa yang semakin cerdas, kreatif, produktif, dan memiliki daya saing tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *