PASURUAN, Nadidesa.com – Puluhan siswa SMK Unggulan Madina yang berlokasi di Dusun Klobuk Kulon, Desa Coban Joyo, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, tampak antusias mengikuti pelatihan jurnalistik Pelajar yang digelar pada Selasa (4/8/2026).
Kegiatan pelatihan ini terlaksana atas kolaborasi strategis antara SMK Unggulan Madina dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Pasuruan. Agenda ini dirancang khusus untuk mengasah keterampilan menulis, memperkuat literasi digital, serta membekali para siswa dengan kemampuan dasar jurnalistik dan kehumasan (public relations).
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta dibekali serangkaian materi penting, mulai dari konsep dasar kehumasan, etika penulisan media digital, teknik wawancara dan penggalian informasi, hingga praktik langsung menyusun berita lugas (straight news).
Kepala SMK Unggulan Madina, Rudi.ST, menyatakan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari langkah transformatif sekolah dalam membina potensi anak didik di era keterbukaan informasi.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap siswa di sini memiliki bekal konkret untuk menjadi jurnalis muda. Selain untuk membantu promosi sekolah, yang terpenting adalah mereka akan menjadi pemain utama di era digital, bukan sekadar objek berita atau konsumen pasif,” tutur Rudi penuh optimisme.
Lebih jauh, pihak sekolah menekankan pentingnya peran jurnalisme internal dalam membangun citra lembaga. Pelatihan ini ditujukan agar para siswa mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi, prestasi, dan kegiatan-kegiatan positif—baik yang berlangsung di lingkungan SMK Unggulan Madina maupun di lingkungan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Qur’an.
Sementara itu, Muslim, M.I.Kom., selaku perwakilan Relima Perpusnas RI Lokus Kab. Pasuruan sekaligus narasumber kegiatan, memberikan apresiasi atas komitmen dan semangat para siswa. Menurutnya, keterampilan jurnalistik di kalangan santri dan pelajar vokasi sangat vital sebagai sarana syiar dan aktualisasi diri di era digital.
“Siswa dan santri saat ini harus berani bersuara dan mempublikasikan karya serta potensi daerahnya. Melalui jurnalistik, adik-adik di SMK Unggulan Madina dan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Qur’an tidak hanya belajar menulis berita yang presisi, tetapi juga memegang peran penting sebagai agen literasi. Mereka dapat menyebarkan kabar-kabar positif, menyampaikan nilai-nilai kebaikan pesantren, serta mempromosikan keunggulan sekolah ke masyarakat luas secara edukatif dan kredibel,” ungkap Muslim.
Dengan kemampuan jurnalistik yang terarah, para siswa diharapkan mampu, Mengangkat Syiar dan Keunggulan Pesantren, Mengabarkan dinamika kehidupan santri, program tahfizh, serta aktivitas keagamaan di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Qur’an secara berkala dan bernilai edukatif.
Selain itu juga Promosi Lembaga Secara Mandiri, Mempublikasikan berbagai inovasi pembelajaran, karya siswa, dan keahlian vokasi di SMK Unggulan Madina ke khalayak luas. Dan Membangun Narasi Sehat di Media Sosial, Menangkal arus berita bohong (hoax) dengan menyajikan konten-konten jurnalistik yang akurat, santun, dan menginspirasi masyarakat umum.
Selama pelatihan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi saat mempraktikkan teori secara langsung di bawah bimbingan mentor Relima. Mereka berlatih menyusun lead berita, mewawancarai narasumber di lingkungan sekolah, hingga mengemas informasi agar layak muat di media digital.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah menargetkan terbentuknya tim jurnalisme siswa yang berkelanjutan. Tim ini nantinya akan bertugas secara aktif mengelola majalah dinding (mading) serta seluruh saluran media digital dan media sosial resmi SMK Unggulan Madina.


