PASREPAN, NADIDESA.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Pasrepan mengambil langkah progresif dalam mencerdaskan warganya di era digital. Bekerja sama dengan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI Lokus Kabupaten Pasuruan, mereka menggelar kegiatan edukasi literasi digital sekaligus meresmikan Gerakan PKK Membaca.
Acara yang menyasar Kader Posyandu dan Pengurus TP PKK Desa Pasrepan ini berlangsung khidmat di Balai Desa Pasrepan, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (18/07/2026).
Ketua TP PKK Desa Pasrepan dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman akan literasi digital sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi para kader di tingkat desa, termasuk membuat edukasi kesehatan, pengumuman posyandu digital.
“Sangat penting bagi PKK dan Kader Posyandu Pasrepan untuk memahami literasi digital. Tujuannya agar tidak mudah tertipu, bisa memanfaatkan media sosial secara bijak, serta menjaga marwah pribadi dan masyarakat. Jangan sampai salah langkah atau asal saat membuat status di media sosial,” tegas Perempuan yang juga Bunda Literasi Desa Tersebut.
Hadir sebagai pemateri, Muslim, M.I.Kom., selaku perwakilan Relima Perpusnas RI Lokus Kabupaten Pasuruan, memaparkan tantangan berat yang dihadapi kader perempuan di era modern. Menurutnya, peran PKK saat ini telah bertransformasi secara signifikan.
“PKK hari ini tidak hanya mengurus kesehatan balita dan penanganan stunting saja, tetapi juga harus ikut mengurus literasi di tengah membludaknya sampah informasi,” ujar Muslim.
Dalam sesi materi, Muslim membekali para peserta dengan keterampilan praktis, mulai dari cara mengidentifikasi berita bohong (hoaks), menjaga keamanan siber (cyber security), hingga menanamkan prinsip penting: “sharing sebelum sharing”—memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya ke orang lain.
Tidak berhenti pada kecakapan digital, kegiatan ini juga melahirkan komitmen bersama untuk menyukseskan Gerakan PKK Membaca. Para peserta berkomitmen untuk menghidupkan kembali budaya membaca dengan memanfaatkan koleksi buku yang ada di Perpustakaan Desa (Perpusdes).
Menyiasati tantangan keterbatasan dana saat ini, Relima memberikan solusi taktis agar buku-buku di perpusdes tidak sekadar menjadi pajangan di rak.
“Di era efisiensi anggaran ini, buku yang ada bisa dimanfaatkan dengan sistem jemput bola. Kader atau pengurus PKK dapat membawa koleksi buku perpustakaan desa ini saat pelaksanaan Posyandu. Dengan begitu, masyarakat dan ibu-ibu yang hadir bisa langsung merasakan manfaat keberadaan buku-buku tersebut,” tutur Muslim.
Melalui sinergi antara literasi digital dan gerakan membaca ini, TP PKK Desa Pasrepan berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya melek teknologi dan kebal hoaks, tetapi juga menjadi motor penggerak budaya literasi yang kuat di lingkungan keluarga.

