PASREPAN, Nadidesa.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, menggelar Lomba Qasidah tingkat kecamatan pada Senin (10/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk menghidupkan kembali tradisi literasi musik lokal di tengah keberagaman genre musik yang kerap mewarnai perayaan kemerdekaan.
Ketua TP PKK Kecamatan Pasrepan, Ira Inggriani Hidayatullah, S.Tr.Keb., yang hadir langsung di lokasi mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta. Menurutnya, ajang ini bukan sekadar wadah kompetisi, melainkan ruang silaturahmi dan penguat kekompakan antar-pengurus TP PKK di 17 desa se-Kecamatan Pasrepan, sekaligus sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Juara itu bonus. Yang jelas, seluruh TP PKK Desa yang tampil hari ini semuanya keren dan luar biasa. Semuanya sudah jadi juara di hati saya,” ujar istri Plt. Camat Pasrepan tersebut dengan penuh kehangatan.
Saat dihubungi terpisah, Ketua Panitia PHBN HUT RI ke-81 Kecamatan Pasrepan, Ria Indriyani, S.E., M.M., menjelaskan teknis pelaksanaan lomba. Setiap regu diwajibkan membawakan dua buah lagu: Lagu Wajib, Yalal Wathon (sebagai wujud penanaman rasa nasionalisme dan cinta tanah air). Dan Lagu Pilihan (Indonesia Merdeka, Ibu, Muhammad Nabinaa, dan Di Langit Ada Matahari).
Kehadiran musik qasidah ini pun mendapat sambutan hangat dari para peserta. Syaafatul Udzma, S.Ag., Wakil Ketua TP PKK Desa Petung yang turut menjadi peserta, mengaku sangat senang dengan adanya terobosan ini.
“Di tengah gempuran tren musik sound horek dan karnaval belakangan ini, Kecamatan Pasrepan tampil beda dan berani mengambil langkah dengan menyelenggarakan lomba qasidah. Ini sangat positif,” ungkap Udzma.
Dukungan juga datang dari Muslim, M.I.Kom., Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI Lokus Kabupaten Pasuruan. Ia menilai Lomba Qasidah ini memiliki nilai yang sangat komprehensif, mulai dari aspek budaya, semangat nasionalisme, hingga literasi.
“Lomba ini bukan sekadar hiburan atau pelestarian budaya. Dinyanyikannya lagu kebangsaan seperti Yalal Wathon dalam balutan qasidah menegaskan adanya nilai literasi musik. Terlebih lagi, Kabupaten Pasuruan merupakan satu-satunya daerah yang memiliki inovasi program Literasi Musik secara berkelanjutan,” pungkas Muslim.
