Nadidesa.com– Kejayan, Suasana Perpustakaan Ramah Anak (PRA) “Ceria” SDN Kedemungan 1, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, pada Kamis, 1 Oktober 2026 terasa sangat istimewa. Bukan hanya sekadar kunjungan biasa, hari itu menjadi momen penting bagi keberlanjutan literasi di sekolah tersebut.
Hadir kak Sitta Alia selaku Koordinator Lapang Kabupaten Pasuruan dan Kak Irma Ayu Sofiani selaku Koordinator Program Provisi Media Pratama. Kunjungan tim PRAN bertujuan untuk meninjau langsung Perpustakaan Ramah Anak di Kabupaten Pasuruan, sekaligus membahas persiapan keberlanjutan program PRAN ke depan.
Program Perpustakaan Ramah Anak Nasional sendiri merupakan kolaborasi program Kemendikdasmen bersama Provisi Media Pratama. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan yang begitu hangat, dilanjutkan penampilan karawitan dan tari remo oleh siswa-siswi SDN Kedemungan 1 yang tampil dengan penuh semangat dan membanggakan.
Kamishibai: Teater Kertas dari Jepang yang Buat Anak Betah Membaca
Setelah penampilan siswa, suasana menjadi semakin hidup saat sesi membacakan nyaring dengan kamishibai, kali ini bersama guru PJOK (ibu Mita). Ya, bukan saja guru kelas yang terampil membacakan nyaring, begitu pula dengan guru mata pelajaran. Kamishibai artinya “teater kertas” dari Jepang. Bukan sekadar membaca buku biasa, namun cerita ditampilkan lewat lembaran gambar besar yang dimasukkan ke dalam bingkai kayu / panggung mini, lalu gambarnya diganti satu per satu sesuai alur cerita.
Kali ini lembaran cerita yang ditampilkan berasal dari buku yang ditulis oleh ibu bupati, berjudul “Medi Si Gigi Putih” karya drg. Merita Rusdi Sutejo. Yang membuat kamishibai spesial adalah anak-anak yang biasanya sulit fokus 5 menit, bisa fokus sampai cerita selesai karena penasaran dengan cerita dan gambar berikutnya.
Program 1JP di PRA: Program Unggulan Supaya Anak Terbiasa ke Perpustakaan
Salah satu program unggulan PRA Ceria adalah program 1 JP di PRA. Program tersebut tercetus setelah berdiskusi bersama pendamping PRA, Andita A. Aryoko yang biasa disapa Umisya. Dari tantangan yang hadir di PRA Ceria, seperti stock buku yang lekas habis dipinjam, kakak relawan perpustakaan yang tidak kebagian jam istirahat, dsb. Program 1 JP dengan sistem silang antara kelas tinggi dan kelas rendah pun dilakukan.
Selaku kepala sekolah, bapak Mokhamad Irwan menyampaikan, “Program 1 JP di PRA ini bertujuan supaya anak-anak terbiasa masuk perpustakaan, bukan hanya saat ada tugas. Kalau sudah terbiasa, literasi itu menjadi kebiasaan, bukan paksaan.”
Karena program ini, perpustakaan jadi tidak sepi. Setiap hari selalu ada kelas yang datang. Anak-anak jadi hafal letak buku, hafal cara pinjam, dan berani bertanya ke bapak Didik selaku Pustakawan PRA Ceria.
Diskusi Keberlanjutan & Sumbangan Buku dari Paguyuban
Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang keberlanjutan PRA bersama paguyuban dan seluruh stakeholder. Saat berdiskusi, ada masukan yang sangat baik dari paguyuban, yaitu orang tua yang bersedia menyumbangkan buku, supaya bahan bacaan anak-anak semakin bervariasi.
“Hadirnya Perpustakaan Ramah Anak ini tentu saja mendorong peningkatan nilai TKA serta kegiatan literasi kreatif lainnya seperti mendongeng dan menulis cerpen yang termasuk dalam cabang lomba FLS3N” ungkap ibu Sulis selaku korwil bidang pendidikan kecamatan Kejayan
Dengan semangat kolaborasi ini, Perpustakaan Ramah Anak Ceria SDN Kedemungan 1 diharapkan terus menjadi rumah literasi yang ramah, menyenangkan, dan berkelanjutan bagi seluruh siswa.
Kunjungan ditutup dengan foto bersama dan penyerahan kenang-kenangan dari tim PRAN kepada bapak kepala sekolah SDN Kedemungan 1.